From Model To Manufacture

Published by arkhan under on 06.39
Dunia telah berubah. Dulu untuk membuat model yang neko-neko sangat mahal dan menghabiskan banyak waktu. Saat ini segalanya menjadi lebih mudah, karena adanya software-software 3D animasi yang menunjang hal itu. Beberapa teknologi yang digunakan untuk proses “from model to manufactured”:
- Laser cutting (baja, plastic, aluminium)
- Plasma-cutting (baja)
- Router (panel kayu)
- Waterjet ( hampir semua material)

Contoh Penerapan Pada Karya Arsitektur

- Angel Wings Sculpture
Dibuat sebagai penghias kios dengan bentukan sayap malaikat. Bentukan sayap ini dibuat meliuk tanpa menyentuh bangunan kios itu sendiri. Bentukannya pada awalnya dibuat meliuk dari sayap sehingga terlihat seperti berjoget sesuai irama.

Pola sayap dibuat dobel, yang kemudian disambungkan (di las). Yang kemudian antar pla berbeda disambungkan hingga membentuk sayap burung.

http://www.testmeat.co.uk/photos/images/christmasangelwings.jpg
- Electric Wharf Footbridge, Coventry

http://www.deandyball.co.uk/user/files/projects_gallery/civil_engineering/structures/electric_wharf/electric_wharf_footbridge___by_day_r_358x237.jpg

Merupakan sebuah jembatan kecil yang terdiri dari sculpture Arc setinggi 18 meter, dengan bentang 30 meter. Sekaligus sebagai perkuatan dari jembatan itu sendiri diatas kanal.

Teknik pembuatan Arch ini mirip dengan pembuatan kaki dari Angel Wings. Struktur kakinya ini dibuat berdiri tiang pancang baja dan pipa baja berbentuk segitiga yang menghubungkan steel bulk-head (struktur pengisi).

Dalam pembuatan permukaan bentuk lengkung ini melalui modeling dijital arsitektur, bentukan ini dideretkan 6mm sehingga membentuk lengkungan yang membentuk sudut arch.
- Bullring Spiral Café, Birmingham- Marks Barfield Architects

http://pro.corbis.com/images/42-18718070.jpg

Bentukan ini berangkat dari bentuk spiral golden section dari Fibonacci. Kemudian diperbanyak berjumlah 8 buah yang posisinya diletakkan sesuai dengan pola yang ada.

Ke delapan bentukan ini ditata rapid an dihubungkan sehingga membentuk permukaan yang berbeda-beda.

Urutan bentukan ini disusun dalam Pola melingkar yang telah sisiapkan dalam bentuk lipatan. Untuk strukturnya sendiri, terdiri dari bentuk rangka yang fungsinya menopang bangunannya serta menyediakan suatu pola. Profil ini terbetuk dari bentukan rangka yang ada, yang dihasilkan dari pola tempat rangka itu berdiri yang ditelah dimiringkan tidak simetris.

Bentuk rangka ini dibuat dari geometri yang ada, kemudian dibuat dengan alat pemotong (laser-cut steel ribs). Dibuat dengan program CNC cutter (Computer Numerically Controlled Cutter). Teknik Pemotongan ini tidak sepenuhnya hanya untuk baja, tetapi juga plywood(kayu lapis) dan tembaga.

12 komentar:

Daniyah Firas mengatakan... @ 11 Maret 2009 pukul 02.21

ya....saat ini kerja arsitek semakin dimudahkan...jangan sampai membuat semakin manja. kita2 yang masih mahasiswa ini...selain bikin yang digital...yang manual harus tetep bikin kan????

reny rachmawati mengatakan... @ 11 Maret 2009 pukul 05.04

selamat datang dunia digital yg semakin digital....hahahahha....
semua serba digital.digital digital....lebih mudah,,,akurat,,tepat,,nice.

Echi mengatakan... @ 11 Maret 2009 pukul 05.30

woww..mantaphhh!!!!
bentuknya giala2an...

edO mengatakan... @ 11 Maret 2009 pukul 06.01

Arsitektur digital??
hmm..menarik tapi kuliahnya koq agak gak nyambung ya???

Fishia Yan mengatakan... @ 11 Maret 2009 pukul 08.41

wah ide rancangannya emang hebat.. apalagi jembatanya itu..
terus mengenai pengerjaannya cukup bagus, sehingga dapat meminimalisasi tenaga kerja karena sudah menggunakan alat pemotong..
tapi, kalau boleh besuk tolong di upload foto/gambar dari laser-cut steel ribs..
terus bagaimana kekuatan pada sambungannya??

Rizka Hapsari mengatakan... @ 11 Maret 2009 pukul 09.13

hm dunia dijital memberikan ragam pilihan desain

Anonim mengatakan... @ 11 Maret 2009 pukul 10.32

from model to manufacture..
dari model2 yg sudah dikenal sebelumnya, dibuat desainnya...aku suka yg pake spiral golden section fibonacci..!! sugoi...

merangkai kata memaknai cerita mengatakan... @ 11 Maret 2009 pukul 11.14

teknologi bisa menjadikan bentuk lebih dinamis...

zaqifathis mengatakan... @ 11 Maret 2009 pukul 14.25

wah, kita jadi tidak terpaku pada bentuk yang serba kotak.

Anonim mengatakan... @ 11 Maret 2009 pukul 18.39

dijital bikin kita eksplor lebih variatif dalam desain
hmm...kalau aja kuliahnya tu juga mempelajari program2 yang mendukung kaya microstation dll...

kharisma prima dewa mengatakan... @ 11 Maret 2009 pukul 21.50

dijital memang top deh

nadia mengatakan... @ 11 Maret 2009 pukul 22.02

kayaknya ada yang aneh mas, postingan mas arkhan, mas gunfaisal, sama mas fariz, bedanya dikit doang. paling beda beberapa kata..
contoh karyanya keren-keren mas, tapi gimana caranya bikin desain yang bisa dibuat? atau dimanufaktur lah intinya. harus pake program apa? atau tanpa pake program kmputer pun, kita sudah harus memikirkan bagaimana cara suatu karya arsitektur dibangun?

Posting Komentar